Minggu, 16 Mei 2010

Perkembangan Diri & Identitas Diri

"Perkembangan Diri"

Perkembangan kognitif yang terjadi selama masa remaja membuat individu melihat dirinya dengan pemahaman yang berbeda. Kapasitas kognitif seperti itu didapatkan selama melakukan pengamatan terhadap perubahan-perubahan yang dipahami sebagai perubahan diri yang disebabkan oleh perubahan fisik secara kompleks dan perubahan sistem sosial. Fuhrmann (1990) mengungkapkan bahwa pada masa ini individu mulai dapat melihat siapa dirinya, ingin menjadi seperti apa, bagaimana orang lain menilainya, dan bagaimana mereka menilai peran yang mereka jalani sebagai identitas diri.

Bisa dikatakan bahwa salah tugas penting yang harus dilakukan remaja adalah mengembangkan persepsi identitas untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan “Siapakah saya ?” dan “Mau jadi apa saya ?”. Tugas ini sesuai dengan pendapat Hurlock (1973) bahwa pada masa remaja konsep diri merupakan inti dari kepribadian dan sangat mempengaruhi proses perkembangan selanjutnya.
Perjalanan untuk pencarian identitas diri tersebut bukan merupakan proses yang langsung jadi, melainkan sebuah proses berkesinambungan. Konsep diri mulai terbentuk sejak masa bayi di saat individu mulai menyadari keberadaan fisiknya sampai ketika mati di saat individu sudah banyak memahami dirinya, baik secara fisik maupun psikologis.

Kesimpulannya, konsep diri yang berupa totalitas persepsi, pengharapan, dan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri terbentuk berdasarkan proses belajar tentang nilai, sikap, peran, dan identitas yang berlangsung seiring tugas perkembangan yang diemban.

"Identitas Diri"

Fase ini sebenarnya adalah sumber utama Erikson sehingga dia tertarik untuk mengembangkan teori Perkembangan psikososisalnya. Tugas kita pada periode ini mungkin adalah yang terpenting, yaitu puncak dari semua yang selama ini sudah kita lalui dan yang akan kita gunakan untuk "mengarungi bahtera hidup" yakni menciptakan Identitas Diri bagi kita. Kegagalan kita akan menciptakan kerancuan identitas/peran. Apakah Identitas-diri ini? Tak lain adalah mengenal siapa diri kita sesungguhnya dan bagaimana diri ini melebur dengan masyarakat di sekeliling kita.

Menciptakan Identitas Diri yang benar adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang kita kumpulkan sampai saat itu, dan menggabungkan semuanya menjadi suatu citradiri yang berguna bagi masyarakat. Apakah faktor terpenting supaya tercipta Identitas Diri yang sehat dan berguna bagi masyarakat ini? Salah satu faktor penting yang akan menentukan Identitas Diri ini adalah hadirnya Role Model di dalam masyarakat di mana kita hidup, yakni seseorang yang bisa dijadikan contoh.

Kehadiran orang tua, atau guru yang hebat, menjadi sangat penting. Faktor penting lainnya adalah adanya kejelasan bagaimana kita melangkah meninggalkan masa anak-anak menuju kedewasaan. Di suku Indian tertentu, anak dianggap dewasa setelah dia berhasil pergi ke padang rumput dan membawa pulang bulu elang, ekor kerbau atau tengkorak hyena. Di suku-suku Afrika, sunat adalah tanda bagi remaja lelaki yang sudah dianggap dewasa; dan ternyata memang berguna secara fisik karena lebih "bersih". Remaja wanita di Afrikapun disunat, istilah modernnya adalah Female Genital Mutilation, walaupun manfaatnya bagi wanita kurang jelas.

Intinya, yang penting ada suatu upacara yang dengan jelas menunjukkan pada umum bahwa anak sudah bukan anak lagi tetapi sudah menjadi dewasa dan dia dituntut untuk berlaku dewasa.

Identitas Diri bisa menjadi ekstrim bila para orang dewasa yang mengelilingi kita menekankan bahwa tidak ada kompromi untuk suatu hal, dan kita berakhir dengan menjadi fanatik. Yang paling sering difanatikkan adalah faktor agama atau ethnik tertentu. Remaja fanatik tidak diijinkan melihat pilihan lain dan identitas dirinya dibanjiri oleh dominasi faktor ini.

Jumat, 14 Mei 2010

Perkembangan Emosi

Emosi : Perasaan atau afeksi yang timbul ketika seseorang sedang berada dalam suatu keadaan atau suatu interaksi yang dianggap penting olehnya.
Emosi : Spesifik VS tidak Spesifik
Emosi : Intensitas (lemah dan kuat)
Emosi : Klasifikasi (Positif dan negatif )

-Emosi dipengaruhi oleh biologis, namun biologis hanya sebagai bagian dari emosi.
-Untuk memahami kapan, dimana & bagaimana emosi diekspresikan, harus memahami budaya yang berlaku.
-Biologi membuat manusia menjadi mahkluk emosional, tetapi perkembangan emosi dipengaruhi oleh keterikatan terhadap budaya & hubungan dengan orang lain.

"Konsep Perkembangan Emosi"

Pengaturan Emosi (Emotional Regulation)
- Kompetensi Emosi (Emotional Competence)
- Beberapa trend pengaturan emosi
- Berasal dari sumber daya (Eksternal ke Internal) atau orang tua ke mandiri
- Strategi Kognitif (berfikir positif tentang situasi, pengalihan Atensi) misalnya tidak ingin bertemu dengan seseorang karena jengkel.
- Rangsangan emosi (Emotional Arousal) ketika marah reda
- Memilih dan mengatus konteks hubungan -
Coping terhadap Strees (marah - marah yang dialihkan)


"Emotional Regulation"
- Peran orang tua dalam mengatur emosi

- Emotion cuaching (memonitor, melatih, scaffolding/perubahan tinggkat hubungan)

- Emotion dismissing ( menolak, mengabaikan, mengubah)

"Emotional Competence"
- Agar bisa dikatakan kompeten secara emosional, seseorang harus menguasai keterampilan yang berhubungan dengan konteks sosial.
- Pemahaman dengan keadaan emosi yang dialami, mendeteksi emosi orang lain, menggunakan kosakata yang tepat untuk mengekspresikan emosi, sensitif dan empati coping adapatif, mengatur emosi

"Perkembangan Emosi"


Masa Bayi
- Emosi Primer

3 bulan : senang, sedih
2-6 bulan : marah
6 bulan pertama : terkejut, tertarik
6-8 bulan : takut (fear) mencapai puncaknya pada 18 bulan
- Emosi yang disadari
1.5-2 tahun : empati, cemburu, bingung
2.5 tahun : bangga, malu, bersalah
Mekanisme Ekspresi Emosi
tangisan : tangisan biasa, tangisan marah, tangisan kesakitan
senyum : reflek sosial
ketakutan :perasaan tidak suka

Selasa, 11 Mei 2010

Perkembangan Bahasa Teori Lev Vygotsky


Ada 3 klaim dalam inti pandangan Vygotsky :
  • keahlian kognitif anak dapat dipahami apabila dianalisis dan diintepretasikan secara developmental
  • kemampuan kognitif dimediasi dengan kata, bahasa dan bentukdiskursus, yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membantu dan mentransormasi aktivitas mental
  • kemampuan kognitif berasal dari relasi sosial dan dipengaruhi latar belakang sosiokultural

Zone Of Proximal Development (ZPD)

ZPD : istilah Vygotsky untuk serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan orang dewasa atau anak yang lebih mampu.
Batas bawah dari ZPD tingkat masalah yang dapat dipecahkan oleh anak seorang diri. Batas atasnya adalah tingkat tanggung jawab atau tugas tambahan yang dapat diterima anak dengan bantuan instruktur yang mampu.
Vygotsky dengan ZPDnya menekankan pada arti penting pengaruh sosial, terutama pengaruh instruksi atau pengajaran, terhadap perkembangan kognitif anak.

Scaffolding : tehnik untuk mengubah level bantuan untuk belajar. Seorang guru atau teman yang lebih mampu menyesuaikan jumlah bimbingan sesuai dengan kinerja murid.
Vygotsky menganggap anak punya konsep yang kaya tetapi ti9dak sistematis, tidak teratur, dan spontan. Anak akan bertemu dengan konsep yang lebih sistematis, logis dan rasional yang dimiliki oleh orang yang lebih ahli yang membantunya.

Bahasa & Pemikiran
  • Anak-anak menggunakan bahasa bukan hanya untuk komunikasi sosial, tetapi juga untuk merencanakan, memonitor perilaku mereka dengan caranya sendiri.
  • Private speech yaitu penggunaan bahasa untuk kemandirian pribadi. Berbicara dengan diri sendiri baik secara Eksternal maupun Internal ( diam tetapi ada gerakan usia 3-7 tahun) biasanya tindakan ini tidak disadari atau tidak bertujuan. Anak yang melakukan private speech lebih fokus dan kinerja lebih baik.